Diberdayakan oleh Blogger.
Free R SnapITC Cursors at www.totallyfreecursors.com
RSS

Testosteron

Testosteron
Deskripsi : Pemeriksaan testosteron merupakan pengukuran kadar hormon testosteron yang paling penting dalam proses repoduksi dan pada pria dihasilkan oleh sel Leydig (testis). Fungsi testosteron yaitu mempengaruhi perkembangan sifat-sifat seks sekunder pria, memberikan feedback negatif melalui pituitari dan hipotalamus sehingga menghasilkan penurunan sekresi luteinizing hormone (LH) dan menjaga fungsi kelenjar prostat serta vesikel seminalis.
Manfaat Pemeriksaan : 1) Evaluasi fungsi gonad dan adrenal; 2) Mengetahui penyebab pubertas dini pada pria; 3) Diagnosis hipogonadisme, hipopituarisme, sindrom Klinifelter, dan impoten; 4) Indikator fungsi sekresi LH dan sel Leydig; 5) evaluasi wanita dengan hirsutisme.
Persyaratan & Jenis Sampel : Serum termasuk SST (untuk SST greiner/vacutte tidak direkomendasikan untuk digunakan), plasma (Li-heparin, K2-K3-EDTA)
Volume sampel 0.5 ml, jika sampel terbatas, minimal diperlukan volume sampel 0.3 ml
Stabilitas Sampel : 7 hari pada suhu 2-8°C
6 bulan pada suhu -20°C
Persiapan Pasien : Tidak diperlukan persiapan khusus
Hari Kerja : Setiap hari
Metode : Electrochemiluminescense Immunoassay (ECLIA)
Nilai Rujukan : Laki-laki 20-49 tahun : 249-836 ng/dl
Laki-laki ≥ 50 tahun : 193-740 ng/dl
Perempuan 20-49 tahun : 8.4-48.1 ng/dl
Perempuan ≥ 50 tahun : 2.5-40.8 ng/dl
Tempat Rujukan : PNRL
Catatan : Catat waktu pengambilan spesimen
Pada pasien dengan terapi biotin tinggi (> 5 mg/hari), pengambilan sampel harus > 8 jam sejak konsumsi biotin terakhir
Kriteria penolakan sampel :
- Hemolisis : tidak mutlak
- Ikterik : tidak mutlak
- Lipemik : tidak mutlak
- Beku ulang : mutlak
Sampel yang mengandung fibrin, sel darah merah atau partikel lain, harus diultrasentrifugasi lebih dahulu sebelum dikerjakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: